kita yang tak kunjung selesai merintih perih
Kekasihku saat ini mungkin yang ada di dalam sini tak hanya bunga dan senyum yang kita saling bagi. ternyata aku sadari dalam cinta banyak sekali yang kan kita rasakan tak hanya rasa ingin melindungi, tak hanya saling melengkapi, tak hanya bercumbu dan tak hanya saling mengasihi. akan tetapi ternyata perih kita rasakan rupanya. perih yang terkadang tak bisa kita luapkan langsung hingga meredam di dalam dan terus terkoyak-koyak di dalam kita.
Apakah perih ini baik untuk aku, atau untuk mu, atau bahkan untuk kita? entah. apakah kamu tau siapa dan apa maksud dari pertamanya diciptakan pistol dan pelurunya?, apakah ia kan tau bahwa apa yang telah diciptakanya kelak suatu saat nanti kan banyak yang terbunuh akibat apa yang telah diciptakannya. apakah ia menyadarinya?. entah..
Tapi apakah kita tau bahwa hal yang seluar biasa bernama cinta juga kelak bisa membunuh kita perlahan, hingga terluka sedalam-dalamnya?. meskipun tak ada yang tau pasti luka dan suka kan datang dari mana.
Apakah mungkin emang ini yang kan kian menghiasi kita selalu di setiap masa-masa yang kita jalani, bahwa kan ada luka yang selalu menemani kita sehingga kita tau seberapa kuat dan besar rasa cinta kita satu sama lain. apakah kita yang kan termakan amarahnya, dipeluk kekecewaan serta rasa sedih yang tak kunjung selesai, atau mungkin malah membuat kita semakin tak ingin lepas, ingin lebih mengasihi dan setia pada apa yang telah kita bangun. atau apakah semua ini pada nyatanya nihil?.
Ku rasa perih yang merintih di dalam nyata adanya, yang tak bisa kita luapkan karena rasa sayang kita yang tak mau kalah akan kedalamanya. bagaimana ku bisa di kuasai oleh amarah dan dendam sedangkan senyumu selalu abadi di dalam ingatanku.
Kekasihku mungkin kau juga merasakan hal yang sama, lamunanmu tak pernah bohong akan keperihan ini, kesaksianku yang selalu ada disisimu tak bisa di pungkiri kan merasakan apa yang kau rasakan, meskipun terkadang kau memilih tuk diam dan berserah dengan keadaan tetapi aku tak bisa terus menerus melihat mu seperti merasakan hal yang tak membuatmu senang. karena sejatinya apa yang kuupayakan adalah selalu membuatmu tersenyum akan kasih sayangku.
Tapi tak ada yang salah dari ini semuanya kasihku, tangan ku kan selalu siap menjadi tangan yang kan selalu kau genggam dalam keadaan apapun dirimu, bahuku masih kan ada untuk kau bersandar dalam apapun versimu dan hatiku kan sedia selalu tuk menjadi tempat pulangmu. semua itu selagi kau mau dan tak menyakitimu sendiri.
Apapun yang terjadi di depan nanti yang menunggu kita, ku harap kita takan pernah kalah dan selalu menjadi kita yang pulang ke arah yang sama. semoga perih ini takan henti-hentinya terobati.



Komentar
Posting Komentar